
NEW DELI, AVOLTA – Honda semakin serius menggarap pasar India sebagai bagian dari strategi elektrifikasi globalnya. Pabrikan asal Jepang ini bahkan menyiapkan langkah besar lewat ekspansi pabrik di Rajasthan, sekaligus mempersiapkan produksi SUV listrik baru bernama 0 Alpha.
Langkah ini ditandai dengan dimulainya pengujian versi produksi 0 Alpha di India. Prototipe mobil listrik tersebut keluar dari fasilitas Honda di Tapukara, Rajasthan, untuk menjalani serangkaian uji jalan di berbagai kondisi nyata, mulai dari jalan perkotaan hingga medan yang lebih ekstrem.
Pengujian ini menjadi tahap penting sebelum model tersebut diluncurkan secara global pada periode tahun fiskal 2026–2027. Demikian dikutip gaadiwaadi, Rabu (25/3/2026).
SUV listrik 0 Alpha sendiri merupakan versi produksi dari konsep yang sebelumnya diperkenalkan pada Japan Mobility Show 2025. Secara positioning, model ini akan bermain di segmen SUV menengah dan disiapkan untuk bersaing dengan sejumlah model elektrifikasi populer seperti Hyundai Creta Electric, Maruti Suzuki e Vitara, hingga Mahindra BE 6.
Sebagai bagian dari keseriusan investasi, Honda menggelontorkan dana sekitar lebih dari Rp2 triliun untuk mengembangkan fasilitas produksi di Rajasthan. Dana tersebut digunakan untuk meningkatkan dan mengadaptasi pabrik Tapukara agar mampu memproduksi kendaraan listrik, sekaligus menjadikannya basis produksi untuk pasar domestik maupun ekspor.
Pabrik Tapukara sendiri memiliki kapasitas produksi hingga sekitar 180.000 unit per tahun dan berdiri di atas lahan sekitar 450 hektare. Dengan transformasi menuju produksi kendaraan listrik, fasilitas ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat penting Honda dalam rantai pasok global EV, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri seperti Jepang.
Menariknya, India tidak hanya dijadikan pasar, tetapi juga basis produksi global untuk model ini. Artinya, SUV listrik 0 Alpha akan diproduksi secara lokal dan diekspor ke berbagai negara, memperkuat peran India dalam strategi global Honda.
Dari sisi teknis, meski spesifikasi lengkap versi produksi belum diungkap, model ini diperkirakan akan menggunakan baterai LFP dengan opsi lebih dari satu varian. Jarak sumbu roda disebut berada di kisaran 2.700–2.800 mm, yang mengindikasikan kabin lapang khas SUV keluarga.
Honda juga akan memasok sel baterai dari CATL yang memiliki basis produksi di Indonesia. Pengembangan 0 Alpha juga menjadi semakin krusial setelah Honda memutuskan membatalkan beberapa model EV global lainnya, termasuk 0 SUV dan 0 Saloon, akibat penyesuaian strategi bisnis.
Di tengah kondisi tersebut, proyek EV di India tetap berjalan dan bahkan menjadi salah satu fokus utama perusahaan ke depan.


