Home Cerita Pertaruhan Hyundai dan Kia di Software Baterai Mobil Listrik

Pertaruhan Hyundai dan Kia di Software Baterai Mobil Listrik

Hyundai Produksi Taksi Tanpa Supir Ioniq 5 di Singapura (Paultan)

JAKARTA, AVOLTA – Hyundai Motor Company dan Kia Corporation mengumumkan investasi besar di perusahaan bernama Qnovo. Alih-alih mengembangkan platform atau motor listrik, perusahaan ini fokus kepada pengembangan perangkat lunak cerdas, yang berfungsi seperti ‘otak’ untuk baterai mobil listrik.

Disitat dari ArenaEV, permintaan akan baterai mobil listrik diprediksi akan terus melonjak, dengan proyeksi kebutuhan global yang diperkirakan mencapai lebih dari 4.000 gigawatt/hour pada 2030.

Menjawab tantangan tersebut, Hyundai dan Kia tidak hanya mengejar kapasitas produksi tetapi juga memastikan baterai yang digunakan tetap aman, andal, serta memiliki nilai jual kembali yang kuat. Di sinilah peran Qnovo menjadi penting, karena software buatannya diklaim mampu memantau kesehatan baterai sepanjang waktu.

Teknologi Qnovo mengandalkan algoritma berbasis fisika, diklaim dapat mendeteksi masalah pada baterai dengan tingkat akurasi hingga sekitar 98,7 %, Alhasil, mampu membantu sistem kendaraan mengantisipasi potensi risiko sebelum menjadi gangguan nyata.

Sebelum resmi berkolaborasi, kedua pabrikan Korea itu sudah lebih dulu melakukan pengujian intensif di kondisi nyata, termasuk menempuh lebih dari 2.000.000 km dan evaluasi lewat ratusan juta perangkat untuk membuktikan ketangguhan perangkat lunak tersebut dalam berbagai skenario.

Salah satu tantangan terbesar para pemilik kendaraan listrik selama ini adalah kekhawatiran akan masa pakai baterai, dan nilai residu kendaraan saat dijual kembali. Karena baterai termasuk komponen paling mahal, bukti digital tentang bagaimana baterai dipakai dan dirawat menjadi nilai tambah tersendiri untuk garansi maupun kepercayaan pembeli berikutnya.

Qnovo menyediakan catatan digital lengkap terkait hal ini, yang dianggap dapat memperkuat ekosistem layanan purna jual.