Home Cerita Honda Jualan EV Produksi Cina di Jepang

Honda Jualan EV Produksi Cina di Jepang

3
0
Honda eNS2, mobil listrik buatan Cina yang mau dijual di Jepang. (Honda)

SHANGHAI, AVOLTA – Honda mengambil langkah baru untuk memperkuat lini kendaraan listriknya di Jepang, yaitu dengan memanfaatkan fasilitas produksi di Cina. Perusahaan berencana menjual mobil listrik yang dirakit di Tiongkok ke pasar domestiknya.

Mengutip CnEVPost, Senin (9/3/2026) hal ini merupakan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh produsen mobil Jepang.

Model yang akan digunakan, yaitu Honda e:NS2, kendaraan listrik yang saat ini diproduksi oleh Dongfeng Honda di Cina. Model tersebut dijadwalkan mulai dipasarkan di Jepang pada musim semi 2026.

Saat masuk ke pasar Jepang, model ini kemungkinan akan menggunakan kembali nama Honda Insight, yang sebelumnya dikenal sebagai lini mobil hibrida Honda.

Langkah ini diambil untuk mempercepat kehadiran kendaraan listrik Honda di Jepang. Saat ini pilihan mobil listrik Honda di pasar domestik masih terbatas dan sebagian besar berada di segmen kendaraan kecil seperti N-VAN e: dan N-ONE e:.

Honda e:NS2 sendiri menggunakan baterai berkapasitas 68,8 kWh yang dipasok oleh perusahaan baterai Cina, CATL. Dengan paket baterai tersebut, mobil ini mampu menempuh jarak hingga sekitar 545 kilometer dalam sekali pengisian daya berdasarkan standar pengujian di Cina.

Di pasar Tiongkok, model ini dijual dengan harga mulai sekitar 159.800 yuan atau setara dengan Rp 390 jutaan.

Bukan hanya itu, langkah ini juga berkaitan dengan strategi produksi global Honda. Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan Honda di Cina mengalami tekanan akibat meningkatnya persaingan dari produsen lokal yang agresif di segmen kendaraan listrik.

Data industri menunjukkan penjualan Honda di Tiongkok pada 2025 turun sekitar 24% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi sekitar 645 ribu unit. Penurunan ini membuat tingkat pemanfaatan pabrik Honda di Cina ikut terdampak.

Dengan mengekspor kendaraan listrik dari Cina ke Jepang, Honda dapat memanfaatkan kapasitas produksi yang ada sekaligus mempercepat ekspansi mobil listrik di pasar domestik.

Strategi ini juga mencerminkan perubahan pendekatan industri otomotif global, di mana Tiongkok tidak lagi hanya menjadi pasar besar, tetapi juga mulai berperan sebagai basis produksi kendaraan listrik untuk berbagai negara.