Tiongkok Mewajibkan Pabrikan Hitung Emisi Karbon Baterai EV

JAKARTA, AVOLTA – Tiongkok mulai memperkenalkan aturan baru, yang lebih dari sekedar memproduksi mobil listrik bagi produsen. Melalui Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT), pemeintah Negeri Tirai Bambu mengumumkan program percontohan untuk produsen melapurkan jejak karbon baterai kendaraan listrik pada 2026.
Disitat dari Carnewschina, program baru ini awalnya mengumpulkan data dari model baterai yang dianggap representatif untuk mewakili kondisi industri.
Pihak MIIT menegaskan bahwa fase awal ini tidak langsung menegakkan sanksi, tetapi lebih kepada pembangunan sistem dan metodologi pelaporan yang kuat, sekaligus menyediakan platform aman untuk produsen mengirimkan data serta berkoordinasi dengan lembaga verifikasi independen.
Sebagai bagian dari upaya ini, sistem pelaporan akan mencakup empat tahap utama siklus hidup baterai, mulai dari pengadaan material, proses manufaktur, distribusi, hingga tahap daur ulang.

Great Wall Motor pilih Thailand untuk bangun pabrik baterai EV (Reuters)
Semua emisi nantinya akan dinormalisasi berdasarkan total energi keluaran dari baterai itu sendiri. Agar data lebih akurat dan kontekstual, faktor listrik regional serta sertifikat energi hijau juga dimasukkan dalam perhitungan, mencerminkan perbedaan bauran listrik di berbagai wilayah Cina.
Dalam sistem yang dirancang MIIT, jenis data yang dikumpulkan dibagi menjadi dua, yaitu data aktivitas yang mencakup konsumsi energi dan material pada proses produksi, transportasi, dan daur ulang, serta data latar belakang, yang meliputi faktor emisi dari bahan baku, sumber energi, dan komponen lainnya.
Seluruh perhitungan akan didasarkan pada standar siklus baterai nasional yang diselaraskan dengan kerangka penilaian siklus hidup internasional.
