
SHANGHAI, AVOLTA – Produsen baterai asal Cina, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL), resmi memperkenalkan baterai sodium-ion produksi massal pertama di dunia yang dirancang khusus untuk kendaraan komersial ringan.
Mengutip Carnewschina, Sabtu (24/1/2026) peluncuran ini dilakukan pada 22 Januari 2026 melalui seri terbaru Tianxing II, yang menandai langkah besar CATL dalam pengembangan teknologi baterai alternatif selain lithium-ion.
Baterai sodium-ion yang diperkenalkan memiliki kapasitas sekitar 45 kWh dengan densitas energi mencapai 175 Wh/kg serta usia pakai hingga 10.000 siklus pengisian. CATL juga mengklaim baterai ini telah memenuhi standar keselamatan terbaru Cina GB 38031-2025, yang menetapkan persyaratan lebih ketat terkait keamanan baterai kendaraan listrik, terutama dalam kondisi ekstrem.
Salah satu keunggulan utama baterai sodium-ion ini, yaitu performanya di suhu rendah. CATL menyebut baterai tetap mampu mempertahankan hingga 90% kapasitas yang dapat digunakan pada suhu −40 derajat Celsius, serta masih dapat diisi ulang meski berada dalam kondisi beku pada suhu sekitar −30 derajat Celsius.
Karakteristik ini membuatnya sangat ideal untuk kendaraan komersial yang beroperasi di wilayah bersuhu dingin atau lingkungan kerja berat.
Melalui seri Tianxing II, CATL menghadirkan beberapa konfigurasi baterai untuk menyesuaikan kebutuhan operasional kendaraan niaga ringan.
Selain varian sodium-ion yang difokuskan pada performa suhu rendah, CATL juga menawarkan versi fast charging yang memungkinkan pengisian cepat dari 20% hingga 80% dalam waktu singkat guna meminimalkan waktu henti armada.
Ada pula varian jarak jauh dengan kapasitas besar hingga sekitar 253 kWh yang diklaim mampu memberikan jarak tempuh hingga 800 kilometer, ditujukan untuk kebutuhan logistik jarak menengah hingga antarkota.
Sementara itu, CATL turut menyiapkan varian fast charging suhu tinggi yang dilengkapi sistem pendinginan cair khusus agar tetap optimal digunakan di wilayah beriklim panas dengan intensitas operasional tinggi.
Dari sisi ekonomi, penggunaan sodium sebagai bahan utama baterai dinilai memiliki potensi besar untuk menekan biaya produksi. Sodium lebih melimpah di alam dan memiliki biaya ekstraksi yang lebih rendah dibandingkan lithium, sehingga dalam jangka panjang dapat membuat kendaraan listrik komersial menjadi lebih terjangkau.

