Cina Larang Hendel Elektrik: Berlaku untuk Semua Merek 2027

SHANGHAI, AVOLTA – Regulator otomotif Cina mengambil langkah tegas terhadap desain pintu mobil modern yang selama ini jadi ciri khas kendaraan listrik.

Terhitung mulai 1 Januari 2027, Tiongkok akan melarang pegangan pintu elektrik yang dapat tertarik otomatis seperti yang dipopulerkan Tesla dan makin banyak dipakai di kendaraan listrik masa kini.

Aturan ini diumumkan dalam draft peraturan Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Cina dan ditujukan untuk meningkatkan keselamatan. Demikian disitat Carscoops, Rabu (31/12/2025).

Hendel pintu elektrik yang tersembunyi di permukaan bodi memang tampak futuristik dan membantu aerodinamika, namun belakangan muncul kekhawatiran serius soal keselamatan saat kecelakaan atau kondisi darurat.

Dalam sejumlah insiden kecelakaan fatal di Tiongkok, termasuk yang melibatkan model seperti Xiaomi SU7, penumpang dan tim penyelamat kesulitan membuka pintu setelah tabrakan karena mekanisme elektrik tidak berfungsi setelah sistem kehilangan daya.

Aturan baru tersebut mensyaratkan setiap kendaraan penumpang yang beratnya di bawah 3,5 ton harus memiliki pegangan pintu dengan fungsi pelepasan mekanik, baik di bagian luar maupun dalam. Tujuannya agar pintu tetap bisa dibuka bahkan saat listrik mati atau setelah terjadi benturan parah.

Dengan regulasi ini, semua pegangan pintu yang hanya mengandalkan motor listrik untuk membuka atau mengeluarkan hendel baakal dilarang dijual di Cina setelah 2027. Produsen mobil, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, kini akan dipaksa untuk merancang ulang sistem pegangan pintu mereka agar memenuhi standar keselamatan baru ini.

Larangan ini diperkirakan akan memengaruhi strategi desain EV global, karena Cina kini menjadi pasar kendaraan terbesar di dunia dan pusat produksi bagi banyak merek.

Melalui perubahan ini, produsen yang ingin mempertahankan pangsa pasar di Tiongkok kemungkinan besar harus mengubah desain pegangan pintu untuk model yang dijual secara global.

Aturan ini dipandang sebagai langkah penting guna mengurangi risiko keselamatan yang bisa terjadi saat kendaraan mengalami kecelakaan atau kegagalan sistem, sekaligus memaksa industri untuk meninjau kembali sejauh mana desain modern harus dipertimbangkan dibandingkan fungsi dasar keselamatan kendaraan.

CATEGORIES
TAGS