Thailand Ganti Jurus Insentif EV Demi Dorong Ekspor

Honda Mulai Produksi HR-V Listrik di Thailand (Paultan)
BANGKOK, AVOLTA – Pemerintah Thailand kembali menyesuaikan kebijakan insentif kendaraan listrik (EV) untuk menjaga pasar tetap sehat, sekaligus memperkuat posisi negara tersebut sebagai basis produksi EV di Kawasan ASEAN.
Mengutip Bangkok Post, Jumat (28/11/2025) langkah ini dilakukan demi mendorong ekspor dan mencegah kelebihan pasokan di pasar domestik yang dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas industri otomotif.
Dewan Investasi Thailand (BOI Thailand) menyatakan bahwa setiap unit EV yang diproduksi untuk tujuan ekspor kini dihitung sebagai 1,5 unit dalam pemenuhan kewajiban produksi lokal produsen.
“Kebijakan ini dibuat untuk mendorong produsen meningkatkan ekspor dan mencegah oversupply di pasar dalam negeri,” tulis BOI Thailand.
Perubahan skema ini bukan yang pertama, sebab pada Juli 2025, BOI telah merevisi aturan untuk memberi fleksibilitas lebih besar kepada pabrikan dalam memenuhi persyaratan produksi sekaligus mempercepat ekspor.
Dominasi pabrikan asal Cina di segmen EV Thailand menjadi salah satu faktor penting. Saat ini, merek-merek Tiongkok menguasai lebih dari 70% penjualan EV di negara tersebut.
Perlu diketahui, kebijakan baru itu berada dalam kerangka program insentif besar yang dikenal sebagai EV3.5, berlaku sejak 2024 hingga 2027.
Melalui program ini, produsen EV mendapat potongan pajak dan subsidi untuk mengimpor mobil listrik ke Thailand, dengan syarat mereka menanamkan investasi pada fasilitas produksi lokal.
