Tesla Hapus Konten Komponen Cina dari Produksi AS

Gigafactory Tesla di Shanghai (Xinhua)
CALIFORNIA, AVOLTA – Tesla dikabarkan mengambil langkah tegas dalam strategi rantai pasokannya. Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS) itu mengikuti jejak General Motors (GM) meminta para pemasok menghentikan penggunaan komponen buatan Cina untuk seluruh kendaraan yang diproduksi di fasilitas Tesla di AS.
Kebijakan ini ditempuh guna memastikan model-model Tesla memenuhi aturan tarif serta insentif terbaru yang diterapkan pemerintah AS. Demikian dikutip Drive, Kamis (20/11/2025).
Langkah tersebut bukan hanya strategi individual Tesla, tetapi mencerminkan tren baru di industri otomotif. Sejumlah produsen besar disebut ikut mengarahkan pemasok untuk mencari sumber komponen non-Cina demi menyesuaikan diri dengan dinamika geopolitik dan regulasi perdagangan yang semakin ketat.
Bagi Tesla, salah satu komponen yang paling terkena imbas, yaitu baterai lithium-iron-phosphate (LFP). Selama ini, pemasokan baterai LFP sangat bergantung pada produsen asal Tiongkok. Namun, perubahan regulasi insentif kendaraan listrik di AS membuat baterai LFP buatan Cina tidak lagi memenuhi syarat mendapatkan insentif, ditambah adanya tarif tambahan yang membuat biaya impor meningkat.
Guna mengatasi hal ini, Tesla menargetkan memulai produksi baterai LFP secara lokal di fasilitasnya di Nevada pada kuartal pertama 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Tesla dalam memperkuat kemandirian rantai pasokan di wilayah Amerika Utara.
Instruksi untuk menghindari komponen buatan China diberlakukan bagi seluruh pabrik Tesla di AS, termasuk fasilitas di Fremont, California, dan Austin, Texas.
Dengan kebijakan tersebut, Tesla berharap dapat menjaga daya saing produknya di pasar domestik sekaligus memenuhi berbagai persyaratan insentif baru yang kini menjadi faktor penting dalam industri kendaraan listrik.
