Nissan Contek Pemasok Cina Ciptakan Produksi Murah

Nissan GT-R R32 dikonversi jadi EV di Jepang. (Nissan)
SHANGHAI, AVOLTA – Belajarlah sampai ke negeri Cina. Mungkin itulah peribahasa yang tepat mencerminkan kondisi Nissan Motor Co saat ini, yang sedang mempelajari praktik efisiensi dari pemasok asal Tiongkok untuk menekan biaya produksi kendaraannya secara global.
Mengutip Reuters, Jumat (19/9/2025) langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memangkas biaya variabel hingga 250 miliar yen atau setara US$1,71 miliar.
Chief Total Cost Transformation Officer Nissan, Tatsuzo Tomita menjelaskan, bahwa perusahaan sekarang ini lagi mengkaji penggunaan suku cadang standar serta kolaborasi erat antara pemasok dan desainer produk di Cina. Metode itu dinilai efektif menekan biaya produksi.
“Kami telah memperoleh akses terhadap cara kerja ala Tiongkok. Tantangan kami adalah bagaimana menerapkan metode tersebut pada suku cadang kendaraan yang ada maupun generasi berikutnya,” ujar Tomita.
Menurut Tomita, Nissan tidak berencana mengurangi jumlah pemasok, melainkan memperkuat hubungan dengan mereka. Supplier asal Tiongkok kini bahkan dipandang sebagai mitra potensial seiring ekspansi ke sejumlah negara, seperti Hungaria, Maroko, dan Turki.
Dengan strategi ini, Tomita berupaya menjaga daya saing di tengah tekanan global. Perusahaan berhadapan dengan kompetitor yang juga agresif melakukan efisiensi, termasuk Toyota dan Honda, yang sama-sama menekan biaya produksi sambil berinvestasi di kendaraan listrik.
