BMW-Toyota Kolabs Kembangkan Mobil Hidrogen

Produksi Toyota Mirai, mobil berteknologi hidrogen fuel cell yang sudah dijual massal di Jepang. (Toyota)
MUNICH, AVOLTA – Para produsen otomotif biasanya melakukan kolaborasi, demi mengurangi biaya riset dan pengembangan (R&D) yang sangat tinggi. Informasi terbaru, BMW dan Toyota kerjasama untuk mengembangkan mobil berteknologi sel bahan bakar hidrogen yang dimulai 2028.
Mengutip keterangan resmi, Sabtu (6/9/2025), kolaborasi ini akan mengembangkan sistem sel bahan bakar generasi ketiga yang lebih canggih, sehingga bisa memberikan banyak manfaat untuk konsumen.
Para insinyur kedua perusahaan akan membuat keseluruhan sistem sel bahan bakar sekitar 25% lebih kecil dari yang sebelumnya.
Pengurangan ukuran ini, dikombinasikan dengan peningkatan kepadatan daya yang signifikan, memungkinkan sistem ini menghasilkan daya lebih besar meski hadir dengan kemasan lebih kecil.
Bahkan kedua pabrikan otomotif itu kompak mengembangkan teknologi inti yang nantinya bisa digunakan secara masal di kendaraan masing-masing.
Selain itu, BMW juga sedang membangun jaringan produksi canggih di seluruh Eropa. Pusat kompetensi untuk hidrogen di Munich, Jerman, saat ini sedang membangun dan memvalidasi prototipe sistem baru tersebut.
Nantinya, produksi seri utama sistem sel bahan bakar akan dipegang oleh BMW Group Plant Steyr di Austria, sebuah fasilitas dengan pengalaman puluhan tahun dalam membangun berbagai jenis powertrain.
