Nissan Mulai Negosiasi PHK Sukarela di Eropa
Pabrik Nissan di Sunderland, Inggris, merakit mobil listrik Leaf. (Nissan)
JAKARTA, AVOLTA – Nissan Motor resmi memulai pembicaraan dengan serikat pekerja di kantor regional Eropa, yang berlokasi di Montigny-le-Bretonneux, Prancis. Kantor ini mengelola operasional Nissan di Eropa, Afrika, Timur Tengah, India, dan Oseania, dengan sekitar 560 karyawan yang kemungkinan terdampak.
Disitat dari Reuters, langkah ini menjadi bagian dari restrukturisasi besar yang dipimpin CEO baru, Ivan Espinosa, di tengah tantangan penjualan global.
Dalam tahap awal, manajemen dan serikat pekerja sepakat membahas opsi pemutusan hubungan kerja (PHK) sukarela, sebelum mempertimbangkan pemecatan paksa. Kesepakatan ini diambil untuk memastikan proses berjalan lebih manusiawi dan meminimalkan gejolak internal.
Nissan menargetkan pembicaraan selesai pada 20 Oktober 2025, sementara rincian keputusan akan dibagikan kepada seluruh karyawan pada November 2025.
Dalam email tertanggal 31 Juli 2025, Wakil Ketua Nissan untuk wilayah tersebut, Massimiliano Messina, menegaskan, pihaknyabekerja dengan tekun dan penuh rasa hormat bersama semua pihak untuk memastikan proses ini dilakukan dengan hati-hati, transparan, dan sepenuhnya mematuhi persyaratan hukum,” jelasnya.
Restrukturisasi ini mencakup rencana pengurangan sekitar 15 persen tenaga kerja global, penurunan kapasitas produksi hampir 30 persen dari 17 menjadi 10 pabrik, serta target penghematan sebesar 500 miliar yen atau sekitar Rp 74,1 triliun.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Nissan akan menghentikan produksi di pabrik Civac di Meksiko pada Maret 2026, menutup pabrik Oppama di Jepang pada Maret 2028, dan pabrik Shonan di Jepang pada Maret 2027.
