Neta Hampir Bangkrut, Karyawan Tuntut Tunggakan Gaji

JAKARTA, AVOLTA – Neta Auto, produsen mobil listrik yang sempat disebut sebagai bintang baru di Tiongkok, resmi memulai proses reorganisasi kebangkrutan, 12 Juni 2025.

Keputusan tersebut, menyusul video dramatis yang viral pada 11 Juni 2025, di kantor baru perusahaan di Shanghai, ketika lebih dari 100 karyawan mendatangi Ketua Neta, Fang Yunzhou, menuntut gaji yang menunggak sejak November 2024.

Disitat Carnewschina, dalam video tersebut, berdasarkan keterangan seorang karyawan yang berada di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa lebih dari 100 orang berkumpul, namun hanya menerima arahan untuk menunggu proses likuidasi kebangkrutan.

Bahkan, kejadian ini juga dipertegas oleh keterangan dari seorang staf Neta Auto yang mengkonfirmasi bahwa perusahaan akan memasuki proses reorganisasi kebangkrutan pada hari berikutnya.

Kejadian terbaru ini, merupakan gambaran nyata dari serangkaian krisis yang telah melanda Neta Auto, dalam beberapa tahun terakhir, termasuk gangguan arus kas, eksodus eksekutif, dan tekanan pemasok.

Sebagai informasi, Neta Auto telah menjadi sasaran berbagai penegakan hukum pengadilan sejak 2024, karena rantai modal yang terputus dan gagal bayar utang.

Karyawan mengklaim bahwa telah menunggak upah sejak November tahun lalu, periode ketika Neta Auto mengalami PHK besar-besaran terhadap lebih dari 2.900 orang, dan hampir setengah dari tenaga kerjanya, di berbagai departemen.

Meskipun menang secara hukum, mantan karyawan tidak dapat menagih upah yang terutang, karena perusahaan dilaporkan tidak memiliki cukup aset untuk disita.

CATEGORIES
TAGS