Aki Bermasalah, Pemilik Mobil Listrik bZ4X Tuntut Toyota

Toyota bZ4X meluncur di Indonesia, 10 November 2022. (Toyota)
JAKARTA, AVOLTA – Toyota kembali tersandung masalah, dengan mendapat gugatan dari pemilik mobil listrik bZ4X dan juga Subaru Solterra.
Dilansir Carscoops, para pemilik Toyota bZ4X ini menggugat pabrikan asal Jepang tersebut, karena adanya masalah dari kegagalan terhadap komponen aki 12 volt. Gugatan tersebut, diajukan di California, Amerika Serikat, untuk model 2023 hingga 2025 Toyota bZ4X dan Subaru Solterra.
Ceritanya, aki 12 volt ini, rentan habis dengan cepat dan mati total. Meskipun, model yang terdampak, masih dalam masa garansi dan dealer dilaporkan telah mengganti baterainya, gugatan ini menuduh bahwa penggantian aki bukanlah solusinya.
Penggugat tunggal dalam kasus ini, adalah John Wade, yang membeli Toyota bZ4X Maret 2023. Dalam hitungan minggu, sang pemilik menghadapi dua kali kegagalan baterai 12V, yaitu satu terkuras hingga lampu peringatan menyala dan perlu bantuan pinggir jalan, dan satu lagi tak bisa diatasi hanya lewat jumpstart, memaksa mobil ditarik ke bengkel.
Sedangkan pada Desember 2024, komponen aki 12V pengganti juga rusak. Saat mencoba mendiagnosis masalahnya sendiri, Wade membayar 4.800 dolar AS atau setara Rp77,2 juta) untuk memasang pengisi daya rumah Level 2, karena sang pemilik yakin masalahnya muncul karena tidak menggunakan pengisi daya baterai EV yang memadai.
Sementara itu, Toyota diberikan waktu hingga 3 Juli 2025, untuk merespon masalah tersebut secara resmi. Jika gugatan ini berlanjut, reputasi kedua merek, terutama kepercayaan konsumen terhadap kualitas mobil asal Jepang dapat dipertaruhkan, di tengah persaingan EV global yang kian sengit.
