Nissan Makin Suram, Total 20 Ribu Pekerja Kena PHK Massal
Pabrik Nissan di Sunderland, Inggris, merakit mobil listrik Leaf. (Nissan)
JAKARTA, AVOLTA – Nissan tampaknya semakin terpuruk, dengan laporan terbaru pabrikan asal Jepang ini mengumumkan tambahan 10 ribu karyawan yang terpaksa dipecat. Total, ada sebanyak 20 ribu orang karyawan jenama asal Jepang tersebut yang terdampak PHK massal, atau sekitar 15% dari tenaga kerja global perusahaan.
Disitat dari Carscoops, laporan terkait pemecatan pekerja Nissan ini, dilaporkan pertama kali oleh media Jepang, NHK. Beberapa pekan sebelumnya, Nissan juga memproyeksikan serangkaian hasil keuangan yang suram, termasuk kerugian bersih sebesar US$ 5 miliar untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2025.
Sebelumnya, Nissan juga telah mengkonfirmasi untuk menutup fasilitas perakitan, dan memangkas kapasitas produksi global hingga 20%.
CEO baru Nissan, Ivan Espinosa, yang menggantikan Makoto Uchida menyatakan, perusahaan menghadapi wake-up call serius. Namun, dirinya menolak menyebutkan fasilitas mana yang akan ditutup, dan menekankan bahwa fokus perusahaan kini beralih dari volume penjualan ke profitabilitas dan efisiensi operasional.

Carlon Ghosn, mantan bos Nissan yang berseteru kini melayangkan gugatan. (arabianbusiness)
Sementara itu, Mantan CEO Nissan, Carlos Ghosn memberikan komentar tajam terhadap situasi perusahaan.
Dalam wawancara dengan BFM Business, Ghosn menyatakan bahwa Nissan berada dalam kondisi sangat buruk, dan menyalahkan manajemen saat ini atas keputusan yang lambat dan strategi yang kurang tepat.
“Saya telah memprediksi penurunan Nissan dan kehancuran aliansi,” ujar Ghosn.
Meskipun prediksi tersebut belum sepenuhnya terjadi, ia meyakini perpisahan antara Renault dan Nissan hanya tinggal menunggu waktu.
