Minim Infrastruktur, Tesla Nekat Garap Pasar Arab Saudi

JAKARTA, AVOLTA – Tesla akhirnya resmi masuk pasar Arab Saudi, yang juga menandai babak baru dari peta persaingan kendaraan listrik di negara Timur Tengah tersebut. Jenama asal Amerika Serikat ini, masuk ke negara kaya minyak ini, dengan berbagai tantangan berat yang harus diselesaikan.
Disitat dari Reuters, Arab Saudi sendiri, memang masih minim dalam hal infrastruktur kendraan listrik. Bahkan, sepanjang 900 kilometer yang menghubungkan ibu kota Riyadh dan kota suci Mekah, tidak ditemukan satu pun stasiun pengisian daya.
Meskipun demikian, pemerintah Arab Saudi berencana meningkatkan jumlah stasiun pengisian menjadi 5.000 unit pada tahun 2030 melalui pembentukan Electric Vehicle Infrastructure Company. Langkah ini diharapkan dapat mendorong adopsi kendaraan listrik lebih luas di masa mendatang.
Selain itu, suhu musim panas yang dapat melebihi 50 derajat Celsius menjadi tantangan tersendiri, karena dapat mempercepat pengurasan baterai kendaraan listrik. Kondisi ini mendorong konsumen untuk lebih memilih kendaraan hibrida yang menawarkan jangkauan lebih jauh tanpa kekhawatiran terkait pengisian daya.
Selain itu, dari data analis Telemetry, Sam Abuelsamid, menunjukkan betapa kecilnya pasar EV di Arab Saudi, dengan penjualan mobil listrik hanya mencapai 2.000 unit pada tahun lalu, dan jumlah tersebut bahkan lebih sedikit dari penjualan harian rata-rata Tesla.
Meskipun demikian, Arab Saudi memiliki rencana ambisius untuk meningkatkan adopsi kendaraan listrik hingga 30% pada 2030 dan telah menginvestasikan sekitar Rp 611 triliun untuk perkembangan kendaraan listrik di negara tersebut.
Sementara itu, rencana Tesla masuk ke Arab Saudi juga tidak mudah, karena ubungan antara CEO Tesla, Elon Musk, dan Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi sempat tegang sejak 2018.
Namun, situasi tersebut membaik setelah Musk mengambil peran penting dalam pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, yang akan segera mengunjungi Riyadh. Kunjungan ini diharapkan dapat membuka peluang bisnis baru bagi Tesla di kawasan tersebut.
