Honda Babak Belur di Cina, Terpaksa Pangkas Produksi

JAKARTA, AVOLTA – Kabar terbaru datang dari Honda, salah satu produsen otomotif terkemuka asal Jepang. Jenama berlambang huruf H ini, mengalami penurunan penjualan yang signifikan di pasar Cina.
Angka pengiriman kendaraan Honda di Tiongkok, turun hampir 300 persen pada kuartal awal 2025, dan memicu keputusan untuk memangkas produksi mobil bermesin pembakaran internal (ICE) atau konvensional.
Disitat dari Carscoops, pasar kendaraan listrik di Negeri Tirai Bambu semakin berkembang, dan banyak konsumen beralih dari mobil berbahan bakar fosil ke baterai, yang dianggap lebih ramah lingkungan.
Berbagai merek lokal telah mulai mendominasi dengan menawarkan inovasi dan fitur menarik yang sangat menguntungkan bagi konsumen. Dalam situasi ini, Honda harus beradaptasi dengan cepat agar tidak tertinggal.
Menanggapi penurunan itu, Honda mengambil langkah drastis dengan mengurangi produksi mobil konvensional, dan fokus dengan kendaraan listrik. Honda berharap bisa memanfaatkan tren yang sedang berkembang di pasar otomotif, terutama dengan meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan dan ketahanan energi.
Sebagai bagian dari strategi baru ini, Honda berencana untuk meluncurkan lebih banyak model kendaraan listrik dalam waktu dekat. Dengan memasukkan teknologi terbaru dan desain yang menarik, jenama Negeri Matahari Terbit ini berharap bisa menarik kembali minat konsumen.
Kabar baiknya, Honda masih memiliki basis penggemar yang loyal di banyak negara, termasuk Indonesia. Diharapkan dengan inovasi serta komitmen terhadap keberlanjutan, Honda dapat kembali merebut tempatnya di hati konsumen, tidak hanya di Cina tetapi juga di pasar global.
