Volvo Menolak XC90 jadi Mobil Listrik

JAKARTA, AVOLTA – Banyak sport utility vehicle (SUV) bertenaga bensin atau diesel, yang kini diubah menjadi tenaga listrik atau hybrid. Namun, tidak bagi Volvo, yang menolak XC90 berganti menjadi bertenaga baterai, karena jenama asal Swedia ini memiliki EX90 dengan ukuran dan gaya yang sama.

“Kami akan terus memperbarui XC90 selama masih ada permintaan. Ini adalah mobil penting bagi kami,” ujar seorang pejabat Volvo, seperti dikutip Auto Express, ditulis Jumat (15/11/2024).

XC90 sendiri, adalah model Volvo popoler ketiga di seluruh dunia pada 2024, di bawah XC60 dan XC40, serta sedikit di depan EX30 yang bertenaga listrik.

Volvo XC90 sendiri, adalah model tertua di jajaran line-up Volvo, dengan generasi kedua telah diluncurkan kembali pada 2015.

Kendaraan ini dibangun berdasarkan arsitektur produk skalabel Volvo, yang menjadi SUV tujuh kursi ini ditawarkan dalam bentuk hibrida ringan dan plug-in hybrid (PHEV).

Berbicara soal EX90, Volvo telah menjual SUV listriknya tersebut dengan harga 96.255 poundsterling atau sekitar Rp1,9 miliar. Banderol tersebut, lebih mahal dari versi termurah XC90 facelift, yang dijual 30.000 poundsterling atau setara Rp600 juta.

Seorang juru bicara Volvo mengatakan bahwa meskipun kedua mobil tersebut bersaing di segmen pasar yang sama, EX90 bukanlah pengganti langsung untuk XC90.

“Kami tidak melihat pembeli EX90 dan XC90 sebagai orang yang sama,” tukasnya.

CATEGORIES
TAGS