Nasib Nissan Ditentukan Dalam 12 Bulan
Pabrik Nissan di Sunderland, Inggris, merakit mobil listrik Leaf. (Nissan)
JAKARTA, AVOLTA – Nissan tengah mengalami kondisi mengkhawatirkan pada tahun ini. Pabrikan asal Jepang ini, baru mengumumkan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK)n terhadap 9.000 karyawan.
Selain itu, Nissan juga telah mengurangi kapasitas produksi globalnya sebesar 20% dan para eksekutifnya, terpaksa mengalami pemotongan gaji.
“Kami memiliki 12 atau 14 bulan untuk bertahan hidup,” ujar salah satu pejabat Nissan yang namanya enggan disebutkan, dikutip dari Financial Times, Kamis (28/11/2024).
Kondisi pelik Nissan ini, disebabkan oleh penjualan yang semakin sulit, dan penurunan perkiraan laba perusahaan Negeri Sakura tersebut. Dengan begitu, Nissan membutuhkan investor baru, yang bisa menyelamatkan perusahaan dari kehancuran.
“Ini akan sulit, dan pada akhirnya kami membutuhkan Jepang dan Amerika Serikat untuk menghasilkan uang,” tambah pejabat senior itu.
Sementara itu, disitat dari Carscoops, memang belum ada nama yang muncul sebagai penyelamat Nissan. Namun, analisanya, perusahaan yang akan mengambil peran untuk memperpanjang waktu bertahan hidup Nissan, adalah Honda.
Hal itu didasarkan pada kesepakatan kerja sama yang dilakukan oleh Honda dan Nissan dalam membuat mobil listrik bersama yang dilakukan pada Agustus 2024.
