Nasib Industri EV di Bawah Era Donald Trump

JAKARTA, AVOLTA – Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump diyakini akan mengubah peta industri kendaraan listrik di Negeri Paman Sam. Pasalnya, politikus dari Partai Republik ini memang tidak pernah setuju dengan adanya mobil bertenaga baterai ini.
Dikuti dari CNBC International, Trump pernah mengatakan jika mobil listrik terlalu dipaksakan ke konsumen. Bahkan, ia berjanji akan mencabut dan menghapus banyak standar emisi kendaraan di bawah Badan Perlindungan Lingkungan, serta memberikan insentif untuk mempromosikan produksi kendaraan, seperti Undang-Undang Pengurangan Inflasi Tahun 2022 atau Inflation Reduction Act of 2022 (IRA) yang dikeluarkan Presiden Joe Biden.
Meskipun begitu, sulit untuk Donald Trump untuk bisa sepenuhnya menghancurkan IRA tapi dapat menghentikan dana atau membatasi subsidi mobil listrik melalui perintah eksekutif atau tindakan kebijakan lainnya.
“IRA mungkin akan mengalami beberapa penyesuaian dan tidak berpikir IRA akan hilang,” ujar Founder dan Wakil Ketua The Carlyle Group.

Sementara itu, beberapa pihak mengatakan, Trump akan menargetkan kredit konsumen federal yang saat ini menawarkan hingga US$ 7.500 untuk pembelian mobil listrik daripada menargetkan kredit produksi industri untuk perusahaan.
Banyak investasi dalam produksi mobil listrik yang berkaitan dengan IRA, di Amerika Serikat seperti di negara bagian Ohio, South Carolina, dan Georgia.
Sementara itu, para eksekutif otomotif mengatakan, keputusan investasi tidak berdasarkan siapa yang akan berkuasa di Gedung putih, tapi ada penyesuaian alami dengan pemerintahan baru.
Kebijakan Trump terkait mobil listrik ini, akan membuat produsen bisa mengalami keuntungan atau kerugian ke depannya, dan jenama seperti General Motorss dan Ford diyakini akan mendapatkan keuntungan pada periode kedua Trump ini sebagai Presiden Amerika Serikat.
