Uni Eropa-Cina Akhirnya Melunak Soal Perang Tarif

Ilustrasi produksi mobil listrik di Cina. (BBC)

JAKARTA, AVOLTA – Urusan kebijakan tarif impor untuk kendaraan listrik asal Cina yang dijual di negara-negara di Uni Eropa, belum tuntas. Tiongkok terus melakukan negoisasi agar negara di benua biru itu mau melonggarkan ikat pinggang.

Alhasil, seperti dilansir Asia Nikkei, Selasa (29/10/2024) Uni Eropa dan Cina sepakat untuk mencari solusi agar tidak ada yang dirugikan. Kedua belah pihak sedang mempertimbangkan kemungkinan komitmen harga minimum dari produsen Tiongkok atau investasi di Eropa sebagai alternatif terhadap tarif.

“Para prinsipal sepakat bahwa perundingan teknis lebih lanjut akan segera dilakukan,” ujar Komisi setelah panggilan video antara kepala perdagangan UE Valdis Dombrovskis dan Menteri Perdagangan China Wang Wentao.

Perlu diketahui, Cina mendesak Uni Eropa dua pekan lalu untuk tidak mengadakan pembicaraan terpisah, dan memperingatkan bahwa kebijakan tarif impor tinggi itu akan mengguncang industri otomotif.

Rencananya, Uni Eropa akan menetapkan tarif sebesar 45% untuk kendaraan listrik dari Cina, dan diterapkan mulai November 2024, serta berlaku hingga lima tahun ke depan.

Komisi Eropa, yang memegang kendali kebijakan perdagangan UE menyatakan, tarif tinggi ini diperlukan untuk menanggulangi praktik subsidi tidak adil yang diberikan pemerintah Cina kepada produsen mobilnya. Hal ini, berdasarkan investigasi anti-subsidi yang telah berlangsung selama setahun.

 

CATEGORIES
TAGS