Mulai 2025 Indonesia Suplai Komponen Baterai Tesla

A Tesla Inc. Model S electric vehicle charges at a Supercharger station in Rubigen, Switzerland, on Thursday, Aug. 16, 2018. Tesla chief executive officer Elon Musk has captivated the financial world by blurting out via Twitter his vision of transforming Tesla into a private company. Photographer: Stefan Wermuth/Bloomberg via Getty Images

JAKARTA, AVOLTA – Pemerintah lagi gencar menarik investor untuk membangun fasilitas dan ekosistem pendukung kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia. Sepanjang semester II/2024 ini dipastikan bakal ada dua groundbreaking pabrik pendukung baterai EV.

Informasi itu diungkapkan langsung oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, yang mengatakan sedikitnya ada dua proyek besar yang mulai direalisasikan dalam beberapa bulan ke depan.

Pertama adalah pabrik katoda milik LG Group di kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang nantinya akan melengkapi penciptaan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Selanjutnya yang kedua, bakal dibangun pabrik prekusor milik Huayou di Maluku Utara.

“Rencananya, pabrik ini bakal menyuplai kebutuhan baterai listrik mobil listrik Tesla mulai Januari tahun 2025. Jadi Indonesia akan mengirim material bahan baterai berbentuk prekursor dari Indonesia, pabriknya di Weda Bay,” kata Bahlil di Jakarta beberapa waktu lalu.

Perlu diketahui, pabrik katoda milik LG bakal melengkapi aktivitas hulu ke hilir untuk ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Alhasil, Indonesia punya potensi yang besar untuk menjadi pemain EV di dunia.

Selain itu, perusahaan asal Korea Selatan itu juga sebelumnya sudah membuat pabrik baterai bersama Hyundai di kawasan Karawang, Jawa Barat.

CATEGORIES
TAGS