Gegara Kasus EV Terbakar, Korsel Percepat Sertifikasi Baterai

SEOUL, AVOLTA – Kasus mobil listrik Mercedes-Benz terbakar saat parkir di basement suatu gedung di Korea Selatan, langsung menjadi sorotan banyak pihak termasuk pemerintah. Efeknya cukup besar, menciptakan rush para konsumen menjual mobil listriknya karena takut kejadian itu terulang.
Melansir Reuters, Rabu (28/8/2024), pemerintah Korsel bersama Partai Rakyat Berkuasa sepakat untuk mempercepat sertifikasi baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Langkah ini dilakukan agar masyarakat khususnya pengguna mobil listrik merasa lebih aman.
Juru Bicara Partai Rakat Berkuasa Han Zeea menuturkan, bahwa skema sertifikasi baterai EV akan dilakukan pada Oktober 2024 atau lebih awal dari yang dijadwalkan sebelumnya.
Selain itu, pemerintah juga setuju mewajibkan produsen mobil yang ada di Korsel untuk mengidentifikasi baterai yang digunakan pada kendaraan listrik.
Aturan yang lebih ketat juga akan diterapkan demi keselamatan kendaraan listrik, salah satunya seperti mobil listrik yang kapasitas baterainya tidak 90 persen dilarang parkir di basemen.
“Sebagai bagian dari langkah-langkah keselamatan, pemerintah akan merevisi aturan peralatan pemadam kebakaran,” ujar Han.
Efek lainnya, sejumlah pabrikan otomotif mulai menyebutkan nama produsen baterai yang mereka gunakan. Pembuat baterai Korea Selatan tidak punya alasan untuk menolak menyebutkan di mana sumber daya mereka digunakan, meskipun publik tidak boleh berasumsi baterai selalu menjadi penyebab kebakaran kendaraan listrik.
