
JAKARTA, AVOLTA – BMW dan Tesla masih jadi dua produsen di Eropa yang bersaing ketat di pasar mobil listrik murni. Namun, pada Juli 2024, pabrikan asal Jerman tersebut berhasil mengalahkan jenama asal Amerika Serikat tersebut, menurut firma riset pasar JATO Dynamics.
Disitat dari Reuters, BMW behasil menjual sebanyak 14.869 unit mobil listrik murni alias BEV. Jumlah tersebut, sekitar 300 unit lebih banyak dari yang diraih Tesla, dalam periode yang sama.
Pencapaian BMW ini, sekaligus menggarisbawahi keberhasilan produsen mobil tradisional di pasar setelah tertinggal dari merek kendaraan listrik murni. Selain itu, kesuksesan BMW ini jadi raja mobil listrik di Benua Biru, juga didorong oleh kebijakan pemerintah dan royalti merek.
“Kurangnya kejelasan seputar insentif untuk – dan masa depan – kendaraan listrik terus menjadi penghalang bagi konsumen yang mempertimbangkan kendaraan listrik,” jelas Felipe Munoz, Analis Global di Jato Dynamics.
Sementara itu, meskipun kalah dari BMW, Tesla sebagai produsen mobil paling berharga di dunia tetap menjadi pemain dominan. Namun, produsen mobil tradisional seperti BMW dan Volvo, mulai menguasai pasar karena ketidakpastian seputar subsidi dan insentif kendaraan listrik.
Selain itu, BMW juga melaporkan kenaikan penjualan sebesar 35% pada bulan lalu, dibandingkan periode yang sama pada 2023. Sedangkan Tesla, mengalami penurunan penjualan sebesar 16% dibanding periode yang sama tahun lalu.



