Eropa Dorong Konsumsi BBM Alternatif pada 2035

Perakitan tangki hidrogen pada Toyota Mirai, Fuel Cell, di Jepang. (Toyota)

JAKARTA, AVOLTA – Parlemen Eropa terus mendorong penggunaan bahan bakar alternatif mulai 2035. Dengan begitu, larangan emisi kendaraan baru di Benu Biru pada tahun tersebut, bisa direvisi agar bahan bakar diesel, bensin sintetis, hidrogen tetap bisa digunakan.

Disitat dari Drive, jika penggunaan bahan bakar alternatif ini disahkan, maka model dengan mesin internal combustion engine (ICE) masih tetap bisa dipasarkan, di tengah gempuran elektrifikasi yang terus berkembang.

Partai Rakyat Eropa (European People’s Party/EPP) mendorong untuk merevisi peraturan untuk secara eksplisit mengizinkan penggunaan bahan bakar tanpa emisi pada mobil dan van baru setelah 2035.

Sedangkan ketentuan yang dimasukan dalam legislatif untuk mengizinkan bahan bakar nabati, dan sintetis. Selain itu, sebuah rancanagan dokumen internal yang dibuat oleh EPP menginginkan agar undang-undang itu dibuka untuk mengizinkan teknologi mesin pembakaran mutakhir.

Bahan bakar sintetis dapat dibuat dengan menangkap karbon dari atmosfer dan mengubahnya menjadi bensin atau solar menggunakan energi terbarukan.

Dengan begitu, emisi knalpot yang menggunakan bahan bakar jenis itu akan bersifat netral karena tidak menambahkan polusi atau karbon ke udara.

Sementara itu, bahan bakar nabati dapat diproduksi dari tanaman dan limbah produk hewani. Contoh bahan bakar ini, tentu saja biodiesel, yang dapat dibuat dari ganggang yang menyerap karbon dioksida dari atmosfer selama pertumbuhannya.

CATEGORIES
TAGS