Turki Ikut Pasang Tarif Impor Tinggi untuk Mobil Cina

Suasana produksi mobil listrik di pabrik BYD Hungaria. (BYD)

JAKARTA, AVOLTA – Tarif impor tinggi untuk mobil asal Cina, yang diberlakukan Amerika Serikat dan menyusul Uni Eropa, juga akan dilakukan oleh Turki. Kebijakan ini sendiri, dikeluarkan sebagai upaya dari Pemerintah Turki untuk melindungi produksi mobil lokal.

Disitat dari Arena EV, menurut Kementerian Perdagangan Turki, tarif impor untuk mobil asal Cina, sebesar 40% juga sebagai salah satu upaya mengurangi defisit negara sebesar US$ 45,2 miliar.

Tarif baru ini sendiri, berlaku untuk mobil penumpang konvensional dan hybrid dari Tiongkok, dengan pajak minimum US$ 7.000 apabila tarif yang dihitung lebih rendah dari jumlah tersebut.

Sebagai informasi, saat ini Cina tengah menghadapi tekanan perdagangan yang cukup berat dari berbagai belahan dunia. Dalam waktu dekat, Uni Eropa sendiri juga akan mengenakan tarif besar bagi produsen Negeri Tirai Bambu.

Alasannya, sektor otomotif Cina ditenggarai menerima subsidi besar-besaran dari pemerintah, dan membuat kendaraan listrik yang diimpor menjadi sangat murah, dan perlahan-lahan menggantikan produksi lokal dari negara tujuan ekspor.

Sedangkan bagi perusahaan barat, yang akan berbisnis di Cina, sebagai negara dengan penjualan otomotif terbesar di dunia, harus membuat usaha patungan dengan perusahaan lokal.

CATEGORIES
TAGS