Elon Musk Ancam Keluar dari Tesla

Elon Musk menjual saham Tesla untuk bayar pajak di Amerika. (MotorTrend/Nick Yekikian)

NEW YORK, AVOLTA – Elon Musk dikabarkan bisa saja keluar dari Tesla sebagai CEO, apabila permintaan paket gaji senilai 56 miliar dollar AS atau setara Rp 944 triliun tidak disetujui oleh para pemegang saham perusahaan.

Melansir Drive, Jumat (14/6/2024) Ketua Dewan Komisaris Tesla Inc, Robyn Denholm mengatakan dalam surat kepada para pemegang saham Tesla yang ditulis oleh anggota dewan Australia. Menurut dia, Musk tidak akan kekurangan ide jika pindah atau mendirikan perusahaan pesaing Tesla, karena dia bisa membuat perubahan besar di dunia.

Pernyataan tersebut merupakan bentuk peringatan kepada para pemegang saham yang menunjukkan bahwa bos Tesla ini sewaktu-waktu bisa keluar dari perusahaan jika gaji yang diminta tidak disetujui.

Kesepakatan awal, pada 2018, Musk tidak menerima gaji dari Tesla tapi diberikan kompensasi berdasarkan pertumbuhan dan target pendapatan Tesla. Akan tetapi aturan itu dibatalkan oleh hakim Delaware pada Januari 2024, yang mengklaim bahwa Musk memiliki pengaruh yang tidak semestinya terhadap dewan direksi perusahaan.

Artinya, paket gaji yang besar tersebut tidak lagi mengikat, akan tetapi masih dapat disetujui bila mayoritas pemegang saham menginginkannya.

Tak hanya itu, Tesla juga meminta persetujuan dari para pemegang saham untuk memindahkan lokasi pendirian perusahaan dari negara bagian Delaware yang bebas pajak ke Texas.

Denholm mengklaim bahwa kepemimpinan Musk telah menciptakan nilai lebih dari 735 miliar USD (Rp11,9 triliun) bagi para pemegang saham, dan mendesak mereka untuk menjunjung tinggi perjanjian 2018.

CATEGORIES
TAGS