Mohon Maaf, Hyundai Menolak Main Mobil Listrik Murah

Hyundai Ioniq 6 di Spark, Senayan, Jakarta Selatan. (Chatnews.id)
JAKARTA, AVOLTA – Segmen mobil listrik murah dengan banderol Rp 190 jutaan sampai Rp 200 jutaan di Indonesia, persaingannya cukup kompetitif. Pabrikan asal Cina mendominasi kelas ini, seperti Wuling Air EV, hingga Seres E1.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merekam penjualan wholesales (pabrik ke diler) untuk Air ev sepanjang tahun 2023 terdistribusi sebanyak 5.575 unit.
Meski secara penjualan cukup besar tapi tidak menggoyahkan niat Hyundai untuk terjun ke segmen mobil listrik murah. Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, strategi Hyundai dengan pabrikan lain tentunya berbeda.
“Kalau dilihat di GIIAS ada satu brand keluarkan mobil listrik Rp 189 juta, besoknya keluar (kompetitor) harganya Rp 188,9 juta. Hyundai tidak bermain seperti itu, kita bermain pada sisi kualitas produk dan layanan termasuk ekosistemnya,” tutur Soerjo belum lama ini di Jakarta.
Soerjo mengatakan, Hyundai akan terus memperbanyak model dan juga membangun infrastruktur untuk mobil listrik di Indonesia. Rencananya sepanjang tahun 2024 saja akan ada 6 model yang diluncurkan.
Menurut dia, dua dari 6 model yang ditargetkan sudah diluncurkan yakni Creta Alpha dan Ioniq 5 Batik, sisanya disebut merupakan mobil listrik terbaru.
