Demi EV Baru, Nissan Stop Produksi Leaf di Inggris
Pabrik Nissan di Sunderland, Inggris, merakit mobil listrik Leaf. (Nissan)
JAKARTA, AVOLTA – Nissan resmi mengakhiri produksi Leaf listrik yang ikonik di pabrik Sunderland, Inggris. Langkah tersebut dilakukan, karena jenama asal Jepang ini tengah bersiap meluncurkan kendaraan listrik generasi baru, termasuk pengganti Leaf listrik.
Disitat dari electrek, dari 650 ribu Leaf yang terjual di dunia, lebih dari 280 ribu unit hasil produksi pabrik Sunderland.
Nissan sendiri telah berinvestasi hingga US$ 3,8 miliar atau hampir Rp 60 triliun untuk mempersiapkan fasilitas pembuatan mobil listrik Qashqai, Juke, dan Leaf EV generasi berikutnya.
Pabrikan Negeri Matahari terbit ini, bahkan telah mengonfirmasi bahwa semua mobil baru di Eropa akan sepenuhnya bertenaga listrik, seiring dengan upaya menuju seluruh line-up menjadi kendaraan listrik pada 2030.
Sementara itu, penjualan Leaf saat ini memang tengah menurun, di tengah banyaknya model baru yang membanjiri pasar kendaraan listrik, dan Nissan berupaya untuk melakukan perubahan.
Berdasarkan kabar yang beredar, Nissan Leaf baru akan menjadi sebuah SUV crossover coupe, agar lebih kompetitif. Hal ini, mencakup desain yang lebih sporty, dan bentuk yang lebih rendah dibandingkan Qashqai dan Juke.
Bahkan, salah satu sumber mengatakan, Leaf generasi terbaru ini akan mirip dengan Ariya, atau beberapa ada yang menyebut sebagai mini Ariya.
