Target Penjualan Mobil 2024 Tembus 1,1 Juta Unit

Kijang Innova BEV Concept Study Car langsung disambangi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada pembukaan IIMS Hybrid 2022. (TAM)
JAKARTA, AVOLTA – Penjualan mobil baru di Indonesia dinilai stagnan karena dalam 10 tahun terakhir, cuma berkutat di level 1 juta unit. Padahal merek sekaligus model baru mulai bermunculan, tapi kurang diserap dengan baik oleh pasar.
Menanggapi isu itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan kalau jualan mobil baru tahun 2024 ini akan mencapai 1,1 juta unit atau naik dari sebelumnya yang hanya 1 juta unit.
Menurut Airlangga, penjualan stagnan karena beberapa tahun terakhir ada permasalahan besar, khususnya Covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia. Alhasil semua terganggu termasuk perekonomian.
“Kalau sekarang sudah kembali ke pra-COVID-19, tetapi ada lonjakan dari ekspor (mobil) yang sudah di atas 400.000,” tutur Airlangga kepada wartawan di peluncuran m Omoda E5 Chery Indonesia di Jakarta, Senin (5/2/2024).
Airlangga menjelaskan, jumlah 1,1 juta unit itu termasuk penjualan mobil listrik yang dipreduksi bisa berkontribusi sebesar 15 -18% dari total pasar. Belum lagi model atau teknologi lain seperti hybrid dan lain sebagainya bisa berkontribusi lebih untuk tahun ini.
Perlu diketahui, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan mobil baru pada 2023 tercatat 1.005.802 juta unit secara wholesale. Pencapaian itu turun 4% dibandingkan tahun 2022 yang tercatat 1.048.040 unit.
Sementara secara retail sepanjang tahun 2023 mencapai 998.059 unit, atau turun 1,5% dibanding 2022 yang mencapai 1.013.582 unit.
