Airlangga Dorong Produsen EV Bikin Baterai di Indonesia

JAKARTA, AVOLTA – Perkembangan mobil listrik di Indonesia sudah semakin masif. Berbagai merek, baik yang sudah berbisnis di Tanah Air, maupun yang baru akan mulai berjualan di dalam negeri menawarkan berbagai model ramah lingkungannya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta produsen otomotif juga berinvestasi untuk memproduksi baterai mobil listrik secara lokal. Pasalnya, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi bagian dari rantai pasok global kendaraan listrik, sebagai hasil hilirisasi mineral. seperti nikel, alumunium, dan tembaga.
“Kami mendorong produsen mobil listrik untuk segera melakukan pendalaman struktur, dan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk ASEAN dan Australia. Di samping itu, untuk mendorong pasar domestik untuk terus tumbuh,” ujar Airlangga, beberapa waktu lalu.
“Pemerintah akan mendukung produsen untuk berinvestasi dan meningkatkan konten lokal,” tegas Airlangga, seperti dikutip dari Antara.
Sementara itu, Airlangga juga mengatakan, sebagai salah satu penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi nasional, sektor otomotif mencatatkan kinerja yang positif dalam beberapa tahun terakhir.
Kontribusi ekspor produk otomotif nasional terhadap total ekspor produk manufaktur mengalami pertumbuhan pada 2023, mencapai 5,96 persen, meningkatkan dibandingkan tahun 2022, yang kontribusinya sebesar 5,14 persen.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan kendaraan bermotor roda empat atau lebih pada 2023 adalah 1.005.802 unit.
Sedangkan untuk mobil listrik pada 2023, berhasil terjual sebanyak 17.147 unit domestrik dan 1.504 unit untuk ekspor. Produksi mobil listrik murni sendiri, sebanyak 15.358 unit, dan hybrid 27.710 unit.
