Yamaha Pilih Hidrogen untuk Masa Depan Industri Motor

Teknologi hidrogen diperkenalkan Yamaha di Japan Mobillity Show 2023, November. (Yamaha)

JAKARTA, AVOLTA – Kendaraan ramah lingkungan terus menjadi pembicaraan yang cukup hangat, tidak hanya untuk segmen roda empat tapi juga roda dua. Namun, masih sangat sedikit jika berbicara teknologi elektrifikasi untuk merek sepeda motor besar, karena praktis hanya Kawasaki yang saat ini menawarkan model listrik dan hybrid.

Kembali pada Mei 2023, Yamaha telah mengumumkan kemitraan dengan Suzuki, Honda, dan Kawasaki untuk pengembangan mesin pembakaran hidrogen masa depan. Kolaborasi ini, juga medapat dukungan tambahan dari Toyota dan Kawasaki Heavy Industries.

Kemudian, pada awal Desember 2023, diumumkan lebih lanjut bahwa Yamaha akan memamerkan prototipe mesin tempel hidrogen V8 di Miami International Boat Show 2024, pada 15-18 Februari.

“Hidrogen jelas merupakan teknologi generasi mendatang, namun memerlukan banyak energi (untuk memproduksinya),” ujar Eric de Seynes, Presiden Yamaha Motor Europe, disitat daria Motorcyclenews, ditulis Selasa (2/1/2024).

“Jadi, hingga dunia dapat memproduksi lebih banyak energi, energi yang lebih bersih, dan energi ramah lingkungan, hidrogen adalah sebuah impian,” tegasnya lagi.

Yamaha YXZ 1000R, mobil offroad berteknologi hidrogen. (Yamaha)

Yamaha sendiri mengklaim, tahu cara membuat skuter dengan teknologi hidrogen, cara kerjanya, dan cara mengelolanya. Namun, untuk menjadikan itu nyata bagi konsumen, adalah cerita yang berbeda.

Tantangan-tantangan ini juga mencakup penyimpanan, karena gas hidrogens aat ini memerlukan ruang tiga kali lipat dari tangki bahan bakar konvensional. Begitiu juga jika ingin digunakan dalam bentuk cair, harus memiliki titik didih alama -252,9 derajat celcius, sehingga perlu disimpan secara kriogenik, dan menyebabkan masalah berat dan pengemasannya.

“Partisipasi dalam konsorsium ini adalah karena teknologinya canggih, dan lebih baik jika kita berkolaborasi. Ini masuk akal jika ada konsorsium dan kerja sama hingga pasar siap. Meskipun dalam jangka pendek, mesin pembakaran internal tetap menjadi teknologi terbaik yang dapat kita peroleh,” ungkap de Seynes.

Sementara itu, Seynes juga menekankan keinginan untuk mempertahankan mesin pembakaran konvensional, di kendaraannya dan segera beralih ke bahan bakar sintetus. Dengan begitu, Yamaha tetap menyediakan motor bermesin pembakaran dalam kendaraannya, namun dengan jumlah emisi yang lebih rendah.

“Kami akan terus meningkatkan efisiensi mesin pembakaran. Ini sejalan dengan standar Euro5 dan Euro5+, serta Euro6, yang membuatnya semakin bersih,” pungkasnya.

CATEGORIES
TAGS