Toyota Stop Produksi Mobil Diesel di Jepang

Toyota meluncurkan varian baru New Fortuner dengan mesin diesel turbo lebih besar 1 GD berkapasitas 2.800 cc. (TAM)
TOKYO, AVOLTA – Toyota Industries Corporation (TICO) melaporkan kepada Toyota Motor Corporation (TMC) telah menerima laporan dari komite investigasi khusus, yang ditugaskan untuk menyelidiki potensi penyimpangan sertifikasi. Hal tersebut menyangkut sertifikasi emisi domestik yang tidak tepat untuk mesin diesel yang dibuat untuk raksasa otomotif asal Jepang itu.
Berdasarkan keterangan resmi dari TMC, penyelidikan menemukan adanya kejanggalan terjadi selama pengujian keluaran tenaga untuk sertifikasi tiga mesin diesel TICO untuk Toyota.
Selama pengujian, kinerja tenaga mesin diesel Toyota diukur menggunakan ECU, dengan perangkat lunak yang berbeda dari yang digunakan untuk produksi massal. Sehingga hasilnya, dapat diukur untuk membuat nilai tampak lebih halus dengan variasi yang lebih sedikit.
Masalah sertifikasi ini sendiri melibatkan 10 model kendaraan secara global, dengan enam dipasarkan di Jepang.

Mesin diesel 1 GD, andalan Toyota Fortuner. (TAM)
“Kami telah memverifiaksi ulang produk produksi massal yang diproduksi di pabrik, dan memastikan bahwa mesin dan kendaraan yang terkena dampak memenuhi standar keluaran kinerja mesin,” tulis Toyota, dalam keterangan resmi.
Dengan begitu, Toyota sendiri tidak perlu menghentikan penggunaan mesin atau kendaraan yang terkena dampak.
“Namun, kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada pelanggan kami yang telah lama mendukung kendaraan yang terkena dampak dan menunggu, serta kepada seluruh pemangku kepentingan lainnya atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran signifikan yang ditimbulkan,” sambung Toyota.
Berdasarkan hasil penyelidikan, TICO hari ini (Senin, 29 /1/2024), memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman mesin yang terkena dampak. Toyota juga memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman kendaraan yang menggunakan mesin yang terdampak penyelidikan.
