Tesla Disebut Masih Pakai Nikel bukan LFP, Ini Faktanya

JAKARTA, AVOLTA – Pembahasan LFP atau lithium ferro phosphate menjadi salah satu bahan pembicaraan menarik pada debat calon wakil presiden (cawapres) 2024, antara cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka, dan cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar.
Awalnya, putra Presiden RI, Joko Widodo ini menanyakan terkait LFP yang sering digaungkan oleh Co-Captain Timnas Amin, Thomas Lembong yang bahkan disebut anti-nikel.
Menanggapi pertanyaan Gibran tersebut, Muhaimim justru memberikan jawaban terkait etika lingkungan, dan peraturan terkait pemanfaatan material hasil tambang dari Indonesia.
Mendengar jawaban tersebut, Gibran tidak puas, dan mengatakan jika pria yang akrab disapa Cak Imin ini tidak mengerti terkait LFP yang sering digaungkan oleh timnas-nya.
“Ini agak aneh ya, yang sering ngomongin LFP timsesnya, tapi cawapresnya enggak paham LFP itu apa. Kan aneh,” ujar Gibran.
“Sering bicara Lithium Ferrophosphate, Tesla enggak pakai nikel, ini kan kebohongan publik. Tesla pakai nikel pak, dan sekarang Indonesia adalah negara yang punya cadangan nikel terbesar sedunia,” tambah Gibran.

Terkait pernyataan Gibran tersebut, apakah benar Tesla masih menggunakan baterai dengan bahan nikel?
Berdasarkan laman resmi Tesla, pabrikan mobil asal Amerika Serikat ini memang masih menggunakan nikel sebagai bahan baku pembuatan baterainya. Namun, pada 2021 lalu, sang pendiri perusahaan, Elon Musk telah mengungkap kekhawatiran terkait ketersediaan nikel dalam waktu jangka panjang, sehingga Tesla mulai beralih menggunakan LFP sebagai material baterai di masa depan.
Kemudian, pada April 2023, disitat dari Reuters dan Autonews, Tesla mengatakan berencana untuk memperluas penggunaan baterai dengan bahan besi atau iron (LFP) yang memang lebih murah. Bahkan, baterai yang sudah tidak menggunakan bahan nikel ini, akan digunakan untuk truk listrik berat jarak pendek, yang disebut semi light.
Bahkan, Gigafactory Tesla di Shanghai, saat ini sudah produksi Model 3 Standar Range Plus dengan LFP sejak Oktober 2020, dan bahkan menjadi basis model di Eropa dan negara lain.
