Masa Sulit Otomotif Jerman di Era Kendaraan Listrik

Malfungsi Sistem, BMW Recall Puluhan Ribu Mobil Listrik di Cina (Carnewschina)
BERLIN, AVOLTA – Industri otomotif Jerman tengah mengalami masa sulit dalam lima tahun terakhir. Pasar terbesar di Eropa, yang menyerap sekitar 800 ribu tenaga kerja ini tengah menghadapi masa transisi ke mobil listrik yang cukup berat.
Disitat dari The Financial Times, industri otomotif Jerman juga mengalami kesulitan dan terjepit akibat perlambatan ekonomi, inflasi, dan kenaikan suku bunga. Mobil baru di Jerman, tidak lagi dipasarkan berdasarkan kapasitas mesin, tapi kemampuan perangkat lunak, pergeseran teknologi yang mencolok dari spesialisasi Jerman ke bidang di mana industri otomotif negara ini terkenal lambat.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi, adalah kemajuan pesat industri otomotif Cina dan Amerika Serikat dengan berbagai kendaraan listrik.
Perusahaan asal Tiongkok, seperti BYD dan SAIC, hingga Tesla dari AS telah duluan berinvestasi besar-besaran dalam industri kendaraan listrik dan teknologinya.
Bahkan kini, perusahaan asli Jerman seperti BMW, Mercedes-Benz, dan Volkswagen berusaha meningkatkan penjualan mobil listrik (EV) sementara sejumlah start-up Cina malah mengumumkan peluncuran model listrik canggih di Eropa.
Selain itu, di sisi lain pemasok otomotif Jerman juga menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan pemasok Cina. Pasalnya, perusahaan dari negeri Tirai Bambu ini, memiliki keunggulan dari segi biaya, karena mereka memiliki akses ke tenaga kerja yang lebih murah dan bahan baku yang lebih terjangkau.
Dalam tiga tahun menuju 2023, jumlah pemasok utama di Jerman dilaporkan mulai mengurangi jumlah karyawan dengan lebih dari 30.000 pekerjaan hilang dalam periode yang sama.
