Indonesia Kembangkan Baterai LFP dengan Cina

Menteri Koordinator bidang kemaritiman dan invesitasi, Luhut Pandjaitan dan CEO Tesla Motors ketika bertemu di Austin, Texas, 26 April 2022. (www.instagram.com/@luhut.pandjaitan)
JAKARTA, AVOLTA – Menteri koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengakui Pemerintah Indonesia tengah melakukan pengembangan baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) dengan Cina.
Penjelasan terkait baterai kendaraan listrik ini muncul, setelah polemik terkait penggunaan baterai nikel dan LFP, terkhusus yang digunakan oleh Tesla di pabrik Shanghai.
Hal tersebut, disinggung dalam debat calon wakil presiden (cawapres) beberapa waktu lalu, dan juga disinggung oleh Thomas Lembong yang merupakan Co Captain Timnas Anies-Cak Imin (AMIN).
“Kami bersyukur, LFP juga dikembangkan dengan Tiongkok. Dan tadi lithium baterai juga kami kembangkan dengan Tiongkok maupun dengan lain-lain,” jelas Luhut, dalam akun instagram resminya @luhut.pandjaitan, dikutip Selasa (30/1/2024).
Sebelumnya, Luhut juga membantah pernyataan Tom Lembong, terkait pabrik Tesla yang sudah beralih menggunakan baterai jenis LFP dan tidak lagi menggunakan nikel.
“Tidak benar yang disebutkan kalau pabrik Tesla di Shanghai menggunakan 100% LFP untuk mobil listriknya,” tegas Luhut.
Pabrikan mobil listrik Amerika Serikat ini, disebutkan masih menggunakan baterai dengan bahan dasar nikel, dan disuplai oleh produsen LG.
“Publik perlu tahu, bahwa lithium baterai berbasis nikel itu bisa didaur ulang, sedangkan baterai LFP sejauh ini masih belum bisa didaur ulang,” tukas Luhut.
