Dominasi EV Cina dan Korsel Bikin Jepang Tersingkir di RI

Bantu Operasional KTT G20, Wuling Serahkan 300 Unit Air EV ke Pemerintah (ist)
JAKARTA, AVOLTA – Cina sudah tidak bisa dipandang sebelah mata lagi di industri otomotif global. Sejak beberapa tahun ke belakang, negara ini menjadi pasar terbesar pertama di dunia mengalahkan Amerika Serikat (AS) diurutan kedua, Jepang posisi ketiga, serta Korea Selatan peringkat keempat.
Mengacu data dari asosiasi kendaraan bermotor dunia, OICA produksi dan penjualan kendaraan di Cina sampai pertengahan tahun 2023 mencapai 27,02 juta unit, Amerika Serikat 10,06 juta unit, Jepang 7,83 juta unit, India 5,45 juta unit, dan Korea Selatan 3,75 juta unit.
Kondisi itu juga didukung oleh banyak faktor, salah satunya banyak pabrikan otomotif baru yang fokus menjual mobil listrik di pasar global. Hegemoni ini juga terjadi di Indonesia dimana penjualan mobil listrik murni didominasi oleh merek Cina dan Korea Selatan, sementara Jepang masih setia dengan teknologi konvesional.
Mengacu pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sampai Oktober 2023 penjualan mobil listrik di dalam negeri dari pabrik ke diler tercatat sebanyak 10.324 unit. Komposisinya, merek Cina menyumbangkan 4.190 unit, sedangkan Korea Selatan 6.134 unit.
Sedangkan merek Jepang yang saat ini baru Toyota, hanya menjual mobil listrik sebanyak 482 unit untuk periode Januari-Oktober 2023 dengan satu model saja, yakni bz4x.
Secara jumlah merek memang berbeda, pabrikan asal Tiongkok yang menjual mobil listrik lebih banyak dibanding Jepang. Saat ini sudah ada Wuling, DFSK, MG, Seres, dan Neta, ditambah lagi dalam waktu dekat bakal bermunculan merek baru seperti Great Wall, BYD, dan Chery yang ikutan menjual mobil listrik di Indonesia.
Sementara merek Korea Selatan dihuni oleh dua pabrikan, yaitu Hyundai dan Kia. Jajaran produk yang dipasarkan Hyundai juga cukup beragam, seperti Ioniq 5, Kona, hingga Genesis, sedangkan Kia menjual satu model, yaitu EV6.
Tersingkirnya merek Jepang karena pabrikan seperti Toyota, Honda, Nissan, Suzuki, Mitsubishi, hingga Daihatsu belum fokus memasarkan mobil listrik. Kebanyakan menawarkan teknologi hybrid kepada konsumen di Indonesia.
Nissan Leaf yang dikenal sebagai mobil listrik massal pertama dunia, juga tidak bisa berbicara banyak dalam hal penjualan.
Praktis kondisi ini menjadikan Jepang tersingkir oleh Cina dan Korea Selatan khusus di segmen mobil listrik.
