Populasi EV 2030 Ditaksir Bisa 15 Juta Unit

JAKARTA, AVOLTA – Pemerintah Indonesia terus mendorong perkembangan era elektrifikasi, dengan menyiapkan sejumlah insentif untuk mendorong masyarakat beralih menggunakan mobil listrik dan motor listrik. Bahkan disiapkan juga program buat menarik minat investor asing.
Menurut Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Rachmat Kaimuddin, pemerintah menargetkan 15 juta unit kendaraan listrik pada 2030.
“Pak Presiden sudah menyampaikan kira-kira dibutuhkan 10 % populasinya (kendaraan listrik) di 2030 atau hitungannya sekitar 2 juta mobil dan 13 juta motor,” ujar Rachmat belum lama ini di Jakarta.
Rachmat mengatakan, untuk mencapai target tersebut maka membutuhkan usaha yang besar. Sebab, sekarang ini kendaraan listrik di Indonesia baru sekitar puluhan ribu unit yang sudah mengaspal.
“Tapi sudah sangat menjanjikan untuk mendorong ini, karena kami masih punya waktu sekitar tujuh tahun lagi. Pemerintah telah berikan beberapa dorongan,” kata Rachmat.
Selain itu, kata Rachmat perlu ada tiga hal yang perhatikan untuk bisa membentuk ekosistem kendaraan listrik. Pertama, dibutuhkan pilihan kendaraan yang andal dan mumpuni, baik dari sisi kinerja dan sebagainya.
Selanjutnya kedua yang perlu diperhatikan adalah harga kendaraan listrik, yang dinilai harus terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Salah satu caranya dengan menerapkan nilai Tingkat Komponen dalam Negeri (TKDN).
Terakhir, diperlukan ekosistem infrastruktur yang juga lengkap dan mumpuni. Dia juga mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah telah mengeluarkan sejumlah program untuk meningkatkan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Misalnya, memulai transisi dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik.
