Industri Otomotif Indonesia Perlu Relaksasi Pajak Lagi

JAKARTA, AVOLTA – Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam menilai bahwa harus ada dukungan dari pemerintah agar pasar otomotif Indonesia tidak stagnan. Apabila ada insentif berupa pajak lagi maka dipercaya bisa mendorong masyarakat untuk membeli mobil baru.

“Salah satunya harus ada relaksasi pajak. Banyak yang bilang dengan relaksasi negara terima apa, pengalaman kita after Covid dengan relaksasi pajak volume naik, square income pemerintah nggak turun,” ujar Bob belum lama ini di Kawasan Senayan, Jakarta Selatan.

Bob menjelaskan, tentunya dengan relaksasi pajak yang menstimulus pembelian, permintaan meningkat dan produksi bisa digenjot. Sehingga lebih mampu menggerakkan ekonomi nasional.

Terlebih pemerintah tengah mendorong laju kinerja industri otomtoif, sebagai salah satu sektor prioritas dalam pengembangan sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.

Secara kinerja bila berkaca pada tahun lalu, di mana capaiannya mendekati normal sebelum pandemi, produksi otomotif roda empat dan lebih mencapai 1,4 jutaan unit, sekitar 1,040 juta guna memenuhi kebutuhan domestik, sisanya ekspor.

“Secara domestik kita sudah leading dari Thailand, tinggal produksinya, di sana 1,8 juta unit beda 400 ribu unit. Di sini pajaknya dua kali lipat dibanding Thailand,” tutur Bob.

CATEGORIES
TAGS