Baterai Jadi Dalih Konversi Motor Listrik Mandek

Salah satu vespa listrik hasil konversi dari Elders Garage. (naikmotor.com)

JAKARTA, AVOLTA – Pemberian subsidi senilai Rp 7 juta bagi masyarakat yang melakukan konversi dari sepeda motor bermesin konvesional menjadi listrik, jauh dari efektif. Alasannya,  karena terdapat sejumlah faktor, utamanya kelangkaan atau stok baterainya sedikit.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan, alasan konversi motor listrik tidak ramai dimanfaatkan masyarakat. Arifin menyebut, program ini kekurangan komponen paling penting, yakni baterai.

“Kuncinya adalah ketersediaan baterai listrik yang memang terbatas sekali. Harus ada kepastian keberadaan stok baterai, karena kita belum bisa bikin sendiri,” tutur Arifin ketika rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta Pusat, Selasa (21/11/2023), yang disiarkan online.

Menurut dia, baterai untuk konversi motor listrik bisa diharmonisasikan dengan Kementerian Perindustrian yang menjalankan program berbeda, yaitu subsidi pembelian motor listrik baru.

Alhasil kata dia bisa jadi harus dibuat aturan khusus tentang baterai itu yang terkait persentase Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk mendorong produksi lokal.

Perlu diketahui, total kuota pemberian subsidi konversi motor listrik pada tahun ini sebanyak 50 ribu unit menurut Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2023.

Akan tetapi, berdasarkan pemaparan materi Arifin, per 18 November 2023 hanya ada 350 unit yang sudah kontrak untuk konversi motor listrik. Dari angka itu yang sudah realisasi terkonversi sejauh ini cuma 60 unit, sedangkan 78 unit masih dalam proses.

CATEGORIES
TAGS