Suzuki Bilang Elektrifikasi Enggak Melulu Mobil Listrik

JAKARTA, AVOLTA – Maruti Suzuki di India punya cara pandang berbeda soal elektrifikasi kendaraan bermotor. Langkahnya tidak melulu memasarkan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV), tapi banyak alternatif lain yang bisa diterapkan.

Melansir Nikkei Asia, Selasa (17/10/2023) beberapa bahan bakar alternatif tersebut adalah hidrogen, gas alam terkompresi, hingga bahan bakar yang terbuat dari campuran bensin dan etanol.

Direktur Eksekutif Maruti Suzuki Rahul Bharti mengatakan, untuk memimpin pasar dengan penjualan tinggi perlu adanya fokus terhadap seluruh teknologi yang layak untuk diperjualbelikan secara komersial.

Maruti Suzuki saat ini menghadapi menyusutnya penjualan untuk segmen mobil kecil yang notabene menjadi pemain dominan cukup lama. Catatan keselamatan yang buruk menjadi faktor menyusutnya penjualan segmen ini.

Salah satu upaya yang akan dilakukan oleh Maruti Suzuki adalah dengan menyederhanakan fasilitas produksinya. Sejauh ini Maruti memiliki dua pabrik di negara bagian Haryana, sedangkan Suzuki memiliki pabrik melalui Suzuki Motor Gujarat (SMG), anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Suzuki.

Ketiga pabrik tersebut pun akan mulai beroperasi pada Maret 2024 di bawah naungan Maruti. Sementara SMG akan menjadi entitas yang sepenuhnya dimiliki oleh cabang India dan anak perusahaan konsolidasi Suzuki.

Maruti Suzuki berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 4 juta unit pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2031. Saat ini pun, perusahaan tersebut sedang menyiapkan dua pabrik baru yang kapasitasnya masing-masing mencapai 1 juta unit.

“Jika kami harus membuat beberapa powertrain di beberapa lokasi, itu menjadi sedikit rumit. Akan menjadi lebih mudah jika semua ini berada dalam kendali terpusat dengan Maruti Suzuki,” kata Bharti.

CATEGORIES
TAGS