Mobil Hybrid Lebih Laris Ketimbang Listrik di Indonesia

Honda CR-V hybrid (ist)
JAKARTA, AVOLTA – Sekertaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menilai harga mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) masih tergolong mahal, sehingga belum menjangkau kalangan menengah ke bawah.
Kondisi itu juga yang menjadikan penjualan mobil listrik di Indonesia masih kalah dengan teknologi mesin hybrid. Mengacu pada data Gaikindo, periode Januari-Juli 2023 mencatat penjualan mobil hybrid sudah mencapai 23.042 unit.
Rinciannya, total sebanyak 23.004 unit mobil hybrid dan 38 unit mobil plug-in hybrid yang sudah terjual di Tanah Air. Jumlah tersebut lebih banyak hampir empat kali lipat dibanding mobil listrik , dalam periode yang sama, yang hanya mencapai 6.920 unit.
Apabila dibandingkan dibanding dengan tahun 2022, penjualan mobil listrik nyaris sama seperti penjualan mobil hybrid. Ketika itu telah terjual 10.327 unit mobil listrik, sementara mobil hybrid dan plug-in hybrid sebanyak 10.354 unit.
Sementara pada 2021 angka penjulan mobil listrik justru benar-benar jauh dibandingkan mobil hybrid. Pada 2021 BEV hanya terjual sebanyak 687 unit sedangkan hybrid tercatat 2.472 unit dan 46 unit mobil plug-in hybrid.
Apabila melihat dari segi harga, mobil listrik masih ada yang dijual di bawah Rp 200 juta, sedangkan hybrid di atas Rp 200 juta. Hanya saja, mengenai akomodasi yang lebih ideal mobil hybrid ketimbang mobil listrik seperti Air ev dan Seres E1 untuk mengangkut penumpang.
