Kriteria Mobil Listrik Nasional Perlu Diperjelas

JAKARTA, AVOLTA – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, bahwa telah melakukan pembicaraan dengan pihak Geely untuk menawarkan kerja sama dengan pemerintah Indonesia.
Luhut pun menekankan agar nantinya riset dengan Geely harus dipimpin oleh Indonesia. Termasuk soal pengembangan mobil listrik nasional.
“Puncaknya dua hari yang lalu saya tanya mereka, bisa tidak kalau join research? Buat dengan Indonesia untuk nanti buat mobil EV di Indonesia. Mereka bilang bisa dan kita sedang bicara teknis sekarang dan Presiden juga setuju,” kata Luhut di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Kamis (14/9/2023).
Menanggapi pernyataan itu, Marketing Director Toyota Astra Motor Anton Jimmi Suwandy menuturkan, industri otomotif belum tahu apa yang disebut dengan mobil nasional sehingga wacana tersebut perlu diperjelas.
“Kita tidak tahu ya, kriteria yang disebut mobil nasional itu apa. Apakah namanya nasional? Atau local content? Mungkin wacana itu perlu diperjelas,” tutur Anton di PIK 2, Jakarta, belum lama ini.
Meski begitu, menurut Anton Perusahaan menyambut baik rencana pemerintah yang bakal menggandeng Geely untuk memproduksi mobil listrik lokal. Menurutnya, siapapun yang memproduksi mobil nasional tidak ada masalah selama dapat memajukan industri otomotif nasional.
Anton melanjutkan, dari sudut pandang Toyota pun, prioritas untuk industri otomotif saat ini adalah menemukan cara untuk mengurangi karbon emisi. Selama produk kendaraan dapat mengurangi karbon emisi, hal ini tidak menjadi masalah apapun bentuk produknya.
“Kalau tidak mengurangi ini secara menyeluruh, dan hanya mengejar segmen tertentu emisinya tidak akan turun banyak,” ujar Anton.
