Indonesia Harus Bisa Ekspor Motor Listrik

JAKARTA, AVOLTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta para produsen di Indonesia untuk bisa jadi eksportir motor listrik. Pasalnya, sebagai pasar roda dua terbesar di ASEAN, akan jadi dosa besar jika tidak mampu mengirimkan produknya ke pasar global.
“Kita memang jadi pasar terbesar ASEAN, tapi itu tidak cukup, bahkan itu menjadi suatu dosa bagi kita apabila tidak melakukan ekspor keluar,” ujar Budi, di Jakarta, disitat dari Antara, Rabu (13/9/2023).
Pernyataan Budi tersebut, disampaikan setelah menyaksikan tanda tangan kontrak kerja sama antara produsen lokal United E-Motor, dengan perusahaan Malaysia, Artroniq Berhard.
Kerja sama kedua perusahaan tersebut, untuk memperluas distribusi motor listrik E-Motor ke Malaysia, dan menambah nilai ekspor Indonesia untuk pertumbuhan ekonomi.
“Langkah-langkahnya harus diteruskan pada produk-produk yang lain karena jujur tidak mudah harus meyakinkan pihak-pihak asing tujuan ekspor dan kita harus terpacu untuk membuat produk-produk ini kompetitif dan layak untuk di dapatkan,” tegas Budi.
Sementara itu, Budi juga mengatakan, pemerintah tengah membantu untuk pengembangan produk ekspor, di antaranya dengan mendirikan Pelabuhan Patimban, dan fasilitas Proving Groud untuk pengujian kendaraan yang bisa disesuaikan dengan spesifikasi internasional.
“Kita sudah menyelesaikan Pelabuhan Patimban dan kita lagi membuat Proving Ground. Proving Ground itu adalah satu instrumen atau satu kawasan untuk melakukan tes terhadap kendaraan-kendaraan yang akan di ekspor,” tukas Budi.
