Realisasi Investasi EV Indonesia Ternyata Masih Minim

Wuling Air EV Lite. (IST)

JAKARTA, AVOLTA – Produksi kendaraan listrik berbasis baterai, baik untuk mobil maupun motor diklaim memiliki tingkat komponen dalam negeri atau TKDN yang tinggi. Bahkan, untuk roda empat dan roda dua bertenaga baterai yang mendapatkan insentif, rata-rata sudah memiliki TKDN 40%.

Berdasarkan data yang didapat dari Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufik Bawazier, realisasi investasi Electric Vehicle (EV) di Indonesia baru mencapai Rp 3,28 triliun.

Realisasi tersebut, berasal dari industri kendaraan listrik roda dua, empat, tiga, dan juga bus listrik. Untuk mobil listrik sendiri, dana yang dikeluarkan dari tiga perusahaan baru sekitar Rp 2,1 triliun.

Sisanya, merupakan investasi dari lima perusahaan bus listrik sebanyak Rp 360 miliar. Sedangkan dari 48 perusahaan pabrikan motor listrik, terdapat realisasi investasi sebanyak Rp 818 miliar.

Sementara itu, disitat dari Bisnis.com, hampir rata-rata produk sepeda motor listrik yang dirakit secara lokal, mayoritas telah menggenapi TKDN minimal 40% pada tahun ini. Namun, investasi di industri kendaraan listrik masih terbilang minim jika dibandingkan dengan negara lain, katakanlah seperti Thailand.

Di Negeri Gajah Putih, untuk satu pabrikan EV ssaja, Thailand bisa mengantongi investasi hingga Rp 9 triliun.

Dikutip dari Reuters, Thailand telah menerima invesetasi dari beberapa pabrikan EV asal China secara total mencapai Rp 21,9 triliun. Investasi itu antara lain diinisiasi Great Wall Motors (GWM) yang menggelontorkan dana hingga Rp 9,8 triliun.

Selanjutnya ada BYD yang sudah membangun fasilitas produksi dengan target operasi awal tahun depan. BYD mengucurkan dana sekitar 17,9 miliar baht, setara Rp7,8 triliun. Sisanya masih terdapat SAIC Motor hingga Hozon.

CATEGORIES
TAGS