4 Produsen Mau Bikin Pabrik Mobil Listrik di Indonesia

JAKARTA, AVOLTA – Pemerintah terus membuka peluang investasi khususnya di sektor otomotif demi tercapat target percepatan era elektrifikasi di dalam negeri. Terkini, dipastikan ada empat produsen yang bakal mendirikan pabrik perakitan mobil listrik di Indonesia.

“Ada empat yang ingin bikin pabrik di Indonesia untuk electric vehicle,” ungkap Taufiek Bawazier Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Jakarta belum lama ini.

Akan tetapi Taufiek tidak ingin mengungkap nama empat produsen tersebut,. Dia hanya membocorkan asal negaranya saja, yaitu dari Eropa dan Cina.

Menurut Taufiek, kehadiran keempat produsen itu selain untuk memenuhi kebutuhan mobil listrik dalam negeri, juga sudah disarankan melakukan kegiatan ekspor. “Animonya itu sudah ada dan kami sarankan juga ekspor ke Australia, saya kasih datanya,” ujar Taufiek.

Apabila ditelusuri, merek Cina yang akan berinvestasi di Indonesia ada Neta. Merek ini akan merakit mobil listrik di Indonesia pada kuartal II 2024.

Neta tak mendirikan pabrik melainkan memanfaatkan fasilitas yang dimiliki Handal Indonesia Motor. Perusahaan ini punya pabrik perakitan di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat yang sejak September 2022 sudah merakit mobil-mobil Chery, merek Cina lainnya.

Selanjutnya BYD, di mana pemerintah dan BYD sudah menandatangani MoU di Cina buat menjajaki potensi investasi, termasuk mobil listrik.

Perusahaan Cina lain yang kemungkinan bakal mendirikan pabrik di Indonesia adalah Maxus dan Great Wall Motors yang bekerja sama dengan Indomobil Group. Terakhir yang berasal dari Eropa kemungkinan adalah Volkswagen (VW) AG asal Jerman.

CATEGORIES
TAGS