Tantang Tesla, 7 Merek Sepakat Bikin Jaringan Cas

Fasilitas pengisian baterai mobil listrik Mercedes-Benz. (Mercedes-Benz)
JAKARTA, AVOLTA – Tujuh pembuat mobil besar mengatakan bakal membentuk perusahaan baru untuk menyediakan pengisian daya kendaraan listrik di Amerika Serikat (AS). Langkah ini, untuk menantang Tesla dan upaya untuk memanfaatkan subsidi administrasi Presiden Joe Biden.
Disitat dari Reuters, Jumat (28/7/2023), ketujuh perusahaan tersebut, adalah General Motors (GM), Hyundai Motor dan afiliasi-nya, Kia, Honda, BMW, dan Mercedes-Benz.
Namun, ketujuh perusahaan yang memiliki sekitar setengah dari pangsa pasar kendaraan di negeri Paman Sam ini, terbuka bagi perusahaan lain yang ingin bergabung maupun adanya investasi tambahan di luar industri otomotif.
“Investasi melalui kemitraan ini akan jauh lebih sedikit daripada membangun jaringan pengisian daya individual,” kata seorang konsultan PwC Strategy, Akshay Singh.
Gabungan dari tujuh perusahaan ini, berencana untuk meluncurkan 30 ribu stasiun pengisian baterai di Amerika Utara. Saat ini terdapat lebih dari 30.000 stasiun pengisian baterai di seluruh AS, dengan rentang harga mulai dari US$100.000 sampai US$200.000.
Sebelumnya, GM dan Mercedes-Benz menjadi produsen yang sudah kerja sama untuk ikut menggunakan fasilitas pengisian baterai milik Tesla. Bahkan, GM menyebut adanya akses teknologi dari perusahaan milik Elon Musk ini, bisa menghemat sektiar US$400 juta.
Sedangkan untuk Hyundai, Honda, dan BMW belum menjalin kerja sama dengan Tesla untuk menggunakan teknologi dengan standar yang bernama North American Charging Standard (NACS).
