
JAKARTA, AVOLTA – Ekosistem atau infrastruktur menjadi kunci keberhasilan peredaran kendaraan listrik di Indonesia. Dengan begitu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana untuk menggenjot penambahan Stasiun Pengisian kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
“(Kami) mendorong supaya mempercepat untuk SPKLU (dan SPBKLU) itu kan ya. Jadi, selama ini orang kan mau beli motor listrik gitu ya mana SPKLU-nya,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P. Hutajulu saat ditemui di Kementerian ESDM, disitat dari Bisnis.com, ditulis Senin (31/7/2023).
Lanjutnya, untuk menggenjot jumlah stasiun pengisian baterai di Indonesia, memang dibutuhkan insentif yang dapat memberikan keuntungan pagi pengembang maupun masyarakat atau konsumen.
Bahkan, pihak ESDM sendiri, sudah melakukan kalkulasi yang setidaknya masyarakat bisa merasakan keuntungan sekitar 40% dari adanya insentif yang akan diberikan nantinya.
Selain itu, pengembangan untuk SPKLU maupun SPBKLU disebut hanya akan memakan waktu sekitar enam tahun untuk investasinya. “Ini kan luar biasa begitu ya. Jadi, di sini untung di sana untung sehingga bisa mempercepat semuanya nanti pengembangan SPKLU,” tambahnya.
Untuk diketahui, saat ini terdapat 842 unit SPKLU dan 1.331 unit SPBKLU yang tersebar di 1.282 lokasi sampai dengan April 2023.
Kementerian ESDM menargetkan jumlah SPKLU dapat mencapai 2.500 unit pada 2025, dan naik sampai 7.000 unit pada 2030. Sedangkan untuk SPBKLU ditargetkan naik menjadi 14.000 pada 2050 sebelum akhirnya mencapai 52.000 unit pada 2030.



