Mitsubishi Menyerah di Cina

JAKARTA, AVOLTA – Cina merupakan negara dengan pertumbuhan di sektor otomotif yang begitu pesat. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, mobil listrik sangat diganderungi entah merek lokal ataupun dari luar.
Efek buruk yang dirasakan, yaitu penjualan mobil bermesin konvesional melemah. Seperti dialami oleh Mitsubishi Motors di mana terjadi penurunan jumlah pembeli karena kalah saing dengan mobil listrik.
Melansir laman Bloomberg, Selasa (18/7/2023) perwakilan dari mitra lokal Mitsubishi, Guangzhou Automobile Group Co. pun mengkonfirmasi isi memo yang beredar di dunia maya. Perusahaan itu tentunya sedang bekerja untuk melakukan efisiensi, serta mengupayakan perlindungan hak pekerja yang terdampak.
“Dalam beberapa bulan terakhir, manajemen dan pemegang saham telah mencoba yang terbaik dari kemampuan kami, tetapi karena kondisi pasar dan dengan keengganan dan penyesalan yang besar, kami harus mengambil kesempatan untuk beralih ke kendaraan energi baru. Perusahaan akan bangkit kembali setelah melalui cobaan dan kesengsaraan, ” tulis memo itu.
Perlu diketahui bahwa sebenarnya keputusan menutup bisnis Mitsubishi di Cina datang dari produksi di pabrik Changsha di provinsi Hunan yang disetop pada Maret 2023.
Ketika itu, Chief Executive Officer Takao Kato mengatakan, perusahaan akan mencoba mengatasi kesulitan di Cina. Mitsubishi melihat puncak penjualan tahunannya di Cina pada 2019 sekitar 134.500.
Bukan hanya itu saja, tapi Mitsubishi pada Maret 2023 telah mengumumkan rencana untuk elektrifikasi 100 persen mobil yang dijualnya di seluruh dunia pada tahun fiskal 2035 dan menginvestasikan sebanyak ¥1,8 triliun ($US13 miliar) untuk elektrifikasi pada tahun 2023.
