
JAKARTA, AVOLTA – Mantan petinggi Nissan, Carlos Ghosn yang penuh drama kabur dari Jepang saat mau dipersekusi mengajukan gugatan US$ 1 miliar kepada Nissan, atas kasus pencemaran nama baik.
Ghosn pernah dituduh Nissan memalsukan materi, hingga pelanggaran keuangan, sampai akhirnya dia sempat dipenjara, kemudian memilih kabur dari Nissan dan Jepang. Kini dia menggugat balik dan sidangnya diajukan di Lebanon, dan dijadwalkan pada 18 September 2023.
Melansir laman Skynews, Senin (26/6/2023) gugatan itu akan dilihat secara luas sebagai upaya perlawanan oleh pria berusia 69 tahun itu, yang selalu membantah tuduhan yang dia hadapi di Yokohama, Jepang.
Ghosn, yang telah menunggu persidangan di Jepang atas tuduhan pendapatan yang tidak dilaporkan, pelanggaran kepercayaan dan penyelewengan dana perusahaan, mengatakan dia melarikan diri dari sistem peradilan yang “dicurangi” dan dia bermaksud untuk membersihkan namanya.
Saat itu atau lebih tepatnya pada tahun 2021, Ghosn kehilangan klaim bahwa dia diberhentikan secara keliru dari perannya sebagai ketua aliansi Nissan-Mitsubishi.
Sekarang ini Ghosn dikabarkan ada di Lebanon, di mana tempat atau rumah masa kecilnya.



