Jabar Bisa Jadi Provinsi Pertama yang Beralih ke EV

Toyota Bawa Platform Mobil Listrik Baru ke Japan Mobility Show 2023 (Toyota Global)

JAKARTA, AVOLTA – Jawa Barat berpotensi jadi provinsi pertama di Indonesia yang beralih ke kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Alasannya karena investasi wilayah ini di sektor kendaraan bermotor nilainya cukup besar dibanding daerah lain.

Informasi ini diungkapkan langsung oleh Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat Erwin Hutapea. Dia menuturkan nilai investasi kendaraan bermotor di Jawa Barat mencapai Rp 27 triliun. Dengan nilai tersebut, dia beranggapan Jabar bisa menggunakan investasi ini untuk merambah ke sektor kendaraan listrik.

“Di dalam konteks pengembangan transisi energi, tentu saja kita membutuhkan investasi,” ungkap Erwin beberapa waktu lalu di Jakarta.

Menurut dia, Indonesia sangat mampu untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dengan sumber daya yang melimpah, seperti sumber daya mineral dan pembangkit tenaga listrik yang mumpuni. Dengan demikian, kendaraan listrik ini dapat memberikan manfaat ketahanan energi yang sejalan dengan fokus pemerintah.

“Bisa direalokasikan ke pembangunan kapasitas infrastruktur yang membuat masyarakat lebih sejahtera dan ekonomi lebih maju,” tutur Erwin.

Dalam kesempatan yang sama, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Susiana Mutia, mengatakan, bahwa saat ini sudah ada 127 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di wilayah Jawa Barat. SPKLU tersebut tersebar di 110 lokasi dan 20 di antaranya sudah bisa dicek melalui aplikasi PLN Mobile.

“Untuk biayanya, 400 kilometer mobil listrik hanya butuh sekitar Rp 200 ribu. Kalau pakai mobil BBM itu bisa sampai lebih dari Rp 1 juta untuk jarak sejauh itu,” ungkap Susiana.

CATEGORIES
TAGS